web hit counter

Bila Jadi Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez Bakal Terapkan Kebijakan Ekstrem

In Barcelona

Xavi Hernandez memendam hasrat menjadi pelatih Barcelona, klub yang membesarkannya, suatu saat nanti. Saat ini pemain yang telah berusia 38 tahun itu masih meniti karier sebagai pesepakbola di Timur Tengah bersama klub Qatar, Al Sadd. Di samping itu, ia mengambil kurus kepelatihan untuk mendapatkan lisensi. “Saya ingin menjadi manajer, saya tak mau menyembunyikan itu. Dan jelas, saya tak mau menyembunyikan fakta bahwa cepat atau lambat saya akan menjadi manajer FC Barcelona.”

Bila suatu saat kembali ke Nou Camp sebagai pelatih utama, pria asal Spanyol itu bakal menerapkan kebijakan ketat terkait pembelian pemain. Baginya pantang untuk memulangkan pemain yang pernah memutuskan pergi dari klub Catalonia itu. “Saya sebenarnya sangat terkejut dengan kebijakan itu. Karena apa yang sudah mereka lakukan, saya tidak ingin merekrutnya pada masa mendatang. Itulah filosofi yang saya usung. Kalau sudah berada di sini tetapi ingin pergi, Anda tidak boleh kembali. Anda seperti sudah ketinggalan kereta.”

Sikap tegas tersebut tidak lepas dari kebijakan Barcelona di bursa transfer yang tak segan memburu pemain yang pernah mengatakan sayonara. Beberapa pemain yang pernah meninggalkan Barcelona lantas kembali lagi antara lain Cesc Fabregas, Jordi Alba dan Gerard Pique. Pemain yang disebutkan terakhir itu direkrut lagi Barcelona dari Manchester United dan saat ini masih menjadi tulang punggung di lini belakang. Sementara Fabregas pernah memperkuat lini tengah Barcelona bersama Xavi.

Namun keberadaannya di Catalonia tak berlangsung lama karena ia kemudian memutuskan hengkang ke Liga Primer Inggris bersama Chelsea pada musim panas 2014. Saat ini Barcelona seakan kembali menjilat ludah sendiri dengan merayu Hector Bellerin dari Arsenal. Namun tidak mudah bagi Barca mendapatkan Bellerin sehingga pilihan pun bergeser ke Nelson Semedo yang memperkuat klub Portugal, Benfica untuk mengisi pos di sektor kanan pertahanan.

Xavi menyadari cita-cita menjadi pelatih utama untuk tim sebesar Barcelona tidak mudah terwujud. Butuh waktu dan proses yang tidak singkat. “Pertama-tama saya harus belajar dan itu tak cukup dengan proses sebulan, dua bulan, atau tiga bulan, itu membutuhkan waktu bertahun-tahun.” Meski tidak mudah Xavi optimistis bakal terwujud suatu saat nanti. Menjadi pelatih Barcelona adalah cita-cita yang digantung untuk diraih. “Untuk melatih Barcelona, Anda harus sangat-sangat terlatih. Tapi seperti yang saya katakan, mimpi saya adalah bisa duduk di bench sebagai manajer Barca suatu saat nanti.”

 

You may also read!

Setelah Melepas James Rodriguez, Lini Tengah Madrid Tetap Menakutkan

Real Madrid, seperti halnya klub-klub lain, terus bergerak di bursa transfer musim panas ini. Aktivitas jual-beli, atau mendatangkan dan

Read More...

Chelsea dan Madrid Sepakati Harga Morata

Gagal diboyong Manchester United, Alvaro Morata akhirnya mendapat klub baru. Chelsea dikabarkan telah mencapai kata sepakat dengan Real Madrid

Read More...

Kemenangan Atas Mongolia Harga Mati Bagi Luis Milla

Tim nasional Indonesia U-22 mengawali kiprahnya di penyisihan Grup H Kualifikasi Piala Asia U-23 2018 dengan hasil negatif. Armada

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu