web hit counter

Cheick Tiote Meninggal Dunia

In Berita

Kabar duka kembali menghampiri jagat dunia persepakbolaan internasional. Pada hari Senin, tanggal 5 Juni yang lalu, mantan gelandang klub Newcastle United asal Pantai Gading, Cheick Tiote, dinyatakan meninggal dunia setelah collapse saat mengikuti latihan dengan klub yang sekarang ia perkuat, yakni Beijing Enterprises asal China.

Dugaan kuat terkait penyebab kematian yang dialami Tiote sejauh ini adalah akibat serangan jantung yang dideritanya saat ia sedang menjalani program latihan. Tiote sendiri menghembuskan nafas terakhirnya di Beijing saat dirinya sedang menginjak usia 30 tahun. Hal ini tentu saja membuat gempar dunia persepakbolaan internasional, terutama Inggris, negara di mana Tiote menghabiskan waktu selama 7 tahun berkarir memperkuat Newcastle United. Sejumlah pemain Newcastle ataupun mantan pemain Newcastle yang pernah bermain bersama Tiote pun mengungkapkan rasa terkejut dan belasungkawa mereka di akun resmi Twitter mereka.

Tidak hanya pihak Newcastle saja, sejumlah klub besar Eropa lainnya pun menyatakan rasa belasungkawa mereka akan wafatnya Tiote.

Tiote sendiri pernah membuat suatu momen tak terlupakan selama berkarir di Newcastle yang akan selalu banyak diingat oleh penggemar sepakbola di Inggris, di mana ia berhasil mencetak satu-satunya gol selama berkarir di Newcastle saat melawan Arsenal di St. James Park yang mengubah kedudukan menjadi imbang 4-4, setelah sebelumnya Newcastle tertinggal 4-0 terlebih dahulu di babak pertama. Newcastle berhasil mencetak 3 gol balasan, melalui dua gol penalti Joey Barton dan satu gol Leon Best, sebelum akhirnya menjelang akhir pertandingan, Tiote berhasil mencetak gol sensasional lewat tendangan volley first time kaki kirinya yang menghujam ke sudut bawah gawang Arsenal dan mengubah kedudukan menjadi 4-4. Tidak heran, banyak yang menobatkan pertandingan tersebut sebagai salah satu comeback terbaik sepanjang sejarah Premier League.

Tiote sendiri bukanlah pemain dengan tipe pencetak gol, karena ia adalah seorang gelandang bertahan, lebih tepatnya memiliki peran sebagai breaker atau perusak alur serangan tim lawan. Gaya bermainnya agak sedikit mirip dengan gelandang Tottenham Hotspur saat ini, Victor Wanyama. Gaya permainan Tiote yang lugas di lini tengah menjadi salah satu kunci keberhasilan “The Magpies” saat mampu finish di peringkat lima Premier League musim 2011/2012, yang meloloskan mereka ke ajang Europa League.

Tiote sendiri memulai karir seniornya dengan memperkuat tim raksasa Belgia, Anderlecht, pada tahun 2005. Ia pernah dipinjamkan ke klub Belanda, Roda JC sebelum akhirnya pindah secara permanen ke klub asal Belanda lainnya, Twente Enschede, di tahun 2008. Tiote sendiri akhirnya resmi hijrah ke Inggris untuk memperkuat Newcastle United di tahun 2010. Ia menghabiskan waktu selama 7 tahun di St. James Park sebelum akhirnya hijrah ke Liga Super China untuk memperkuat Beijing Enterprises pada Februari tahun ini, dengan biaya yang tidak disebutkan. Tiote sendiri juga sudah berkiprah bagi tim nasional Pantai Gading dengan total 52 caps dan mencetak satu gol bersama tim nasional senior Pantai Gading. Tidak ada yang menduga bahwa “negara Tirai Bambu” akan menjadi tempat berakhirnya petualangan karir sepakbola Tiote. Selamat jalan, Tiote.

 

You may also read!

Setelah Melepas James Rodriguez, Lini Tengah Madrid Tetap Menakutkan

Real Madrid, seperti halnya klub-klub lain, terus bergerak di bursa transfer musim panas ini. Aktivitas jual-beli, atau mendatangkan dan

Read More...

Chelsea dan Madrid Sepakati Harga Morata

Gagal diboyong Manchester United, Alvaro Morata akhirnya mendapat klub baru. Chelsea dikabarkan telah mencapai kata sepakat dengan Real Madrid

Read More...

Kemenangan Atas Mongolia Harga Mati Bagi Luis Milla

Tim nasional Indonesia U-22 mengawali kiprahnya di penyisihan Grup H Kualifikasi Piala Asia U-23 2018 dengan hasil negatif. Armada

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu