web hit counter

Disebut Tak Pantas Juara, Pelatih Prancis: Kami adalah Juara Dunia

In Berita

Piala Dunia 2018 baru saja berakhir. Tim nasional Prancis akhirnya keluar sebagai juara. Predikat juara dunia pun melekat pada tim berjuluk Les Blues tersebut setelah memupuskan harapan Kroasia di partai final. Tim yang dilatih Didier Deschamps itu memenangkan pertarungan pamungkas di tadion Luzhniki, Moskwa, Minggu (15/07/2018) dengan skor 4-2.

Banyak komentar menyertai kemenangan Prancis. Salah satu yang cukup mengganggu adalah penilaian terhadap kinerja Prancis sepanjang pertandingan. Apakah tim tersebut pantas meraih trofi Piala Dunia dengan menunjukkan permainan indah. Menanggapi hal ini sang pelatih pun angkat bicara. Mantan pemain timnas Prancis itu tak peduli dengan komentar tersebut. Baginya mereka kini adalah juara dunia. Dan status tersebut akan melekat pada tim tersebut setidaknya hingga empat tahun ke depan.

“Tentu saja ada pertanyaan apakah Prancis merupakan juara yang memainkan sepak bola indah. Kami adalah juara dunia dan status itu tetap bertahan hingga empat tahun mendatang. Ini yang perlu diingat,” beber Deschamps.

Prancis memang berada di bawah tekanan sepanjang pertandingan. Lawan pun memiliki peluang lebih banyak. Namun demikian Hugo Lloris dan kawan-kawan lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Hal ini dibuktikan dengan keunggulan 4-2 di pertandingan tersebut.

Empat gol Prancis lahir dari gol bunuh diri Mario Mandzukic di menit ke-18, penalti Antonie Griezmann di menit ke-38, Paul Pogba di menit ke-59 dan Kylian Mbappe di menit ke-65. Sementara dua gol Kroasia dicetak oleh Ivan Perisic di menit ke-28 dan Mario Mandzukic di menit ke-69.

Meski tidak bermain sempurna, Deschamps menilai timnya menunjukkan mental yang kuat. Hal ini sedikit banyak membedakan hasil akhir.

“Ada yang sempurna dan kami tidak bermain cukup baik pada malam ini. Namun, kami memiliki mental dan kualitas psikologis yang dibutuhkan untuk final Piala Dunia. Pada babak pertama, kami tidak tampil bagus namun tetap unggul 2-1,” lanjutnya.

Pencapaian ini mengulangi hasil serupa pada tahun 1998. Saat itu Prancis menjadi juara untuk pertama kali dan pesta kemenangan ini dilangsungkan di hadapan publik sendiri.

Kedua tim menurunkan formasi terbaik di pertandingan ini. Sama-sama berambisi menjadi juara dunia kedua tim pun berusaha mengendalikan permainan sejak wasit Nestor Pitana asal Argentina meniup peluit tanda laga dimulai.

Dengan tanpa melupakan para pemain lain, Deschamps secara khusus menyoroti sepak terjang para pemain muda yang menghuni skuad Prancis. Prancis merupakan tim paling segar dengan rata-rata usia paling muda dibandingkan tim-tim lain, termasuk Kroasia.

Meski dihuni sebagian besar pemain muda, Deschamps mengatakan anak asuhnya itu memiliki kualitas dan mental yang kuat. Kualitas-kualitas itulah yang akhirnya membuat mereka mampu berbicara banyak di Piala Dunia kali ini.

“Saya memiliki barisan pemain muda¬†Prancis¬†yang hebat. Banyak pemain kami yang baru merasakan Piala Dunia. Namun, mereka menunjukkan kualitasnya. Saya selalu mengatakan, jangan pernah menyerah dalam segala hal,” pungkasnya.

Salah satu pemain muda yang mencuri perhatian adalah Kylian Mbappe. Pemain berusia 19 tahun ini berkontribusi satu gol di laga final. Tidak hanya itu ia juga menjadi pemain kunci di lini depan yang ikut andil membuat pertahanan lawan ketar-ketir.

 

 

You may also read!

Jelang Putaran Final, Berikut Jadwal Lengkap Piala Asia U-19 2018

Dalam hitungan hari Piala Asia U-19 2018 akan dimulai. Sebanyak 16 negara terpilih akan ambil bagian dalam kejuaraan yang

Read More...

Eden Hazard Ingin Hijrah ke Real Madrid

Rupanya rumor terkait masa depan Eden Hazard masih terus dibicarakan. Pemain internasional Belgia itu masih terikat kontrak bersama Chelsea

Read More...

Jadi Pahlawan Kemenangan, Pemain Senior Persija Ini Banjir Pujian

Rudi Widodo tampil sebagai pahlawan kemenangan Persija di pekan ke-24 Liga 1 2018 saat menghadapi Perseru Serui di Stadion

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu