web hit counter

Kedua Kalinya, Djadjang Nurdjaman Mundur dari Jabatan Pelatih Persib

In Berita

Persib Bandung sedang menghadapi ujian tidak ringan. Sekalipun dihuni deretan pemain bintang, termasuk duo marquee player Michael Essien dan Carlton Cole, performa Maung Bandung di Gojek Traveloka Liga 1 masih jauh dari harapan. Alih-alih bersaing di papan atas, Atep dan kolega malah terbenam di papan bawah. Hingga pekan ke-15, Persib baru mendulang 20 poin sehingga harus puas bertengger di urutan ke-12.

Situasi ini membuat Djadjang Nurdjaman berbesar hati menyatakan mundur dari jabatannya sebagai pelatih. Djanur, begitu pelatih asal Majalengka, Jawa Barat itu disapa, melontarkan pernyataan itu tak lama setelah gagal membawa Persib meraih poin saat bertandang ke Stadion Aji Imbut, Tenggarong, markas Mitra Kukar. Pertandingan yang dihelat Sabtu, 15 Juli lalu itu berakhir dengan kekalahan Persib, 1-2. Hasil negatif ini memperpanjang catatan buruk Persib dalam tiga laga terakhir. Persib hanya mampu mendulang satu poin dari tiga pertandingan yang telah dilakoni. Selain itu Persib belum pernah menang alias selalu menderita kekalahan dalam lima laga tandang terakhir.

“Dengan kekalahan hari ini, untuk sementara saya ingin istirahat dulu. Ini sudah menjadi keputusan, artinya saya mundur, saya resign dari kursi pelatih Persib. Keputusan sudah bulat. Saya udah bicara dengan manajemen tadi, tapi dengan yang lainnya belum tapi Insya Allah mereka akan menyetujui keinginan saya kali ini. Karena saya tidak bisa mengangkat performa tim yang terus-terusan seperti ini,” beber Djanur.

Pernyataan Djanur ini merupakan ulangan dari yang pernah dilontarkan beberapa pekan sebelumnya. Ia sudah pernah menyatakan mundur sebelumya namun akhirnya kembali lagi ke kursi pelatih. Selain itu tanda-tanda bakal kembali mengeluarkan kata-kata yang sama sudah terlihat seusai timnya kalah dua gol tanpa balas dari Bhayangkara FC pada Minggu, 4 Juni 2017 lalu. Tak heran Djanur mengatakan pernyataannya kali ini sudah bulat karena ia menyadari dirinya tak sanggup lagi memperbaiki tim.

Dalam rentang lima tahun pengabdiannya sebagai pelatih Persib, Djanur tidak selalu gagal. Setidaknya ia pernah menghadirkan prestasi bagi klub kebanggaan warga Jawa Barat itu sebagaimana ia katakan saat pengunduran diri. “Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada manajemen. Saya sudah hampir lima tahun bersama Persib. Sudah lima trofi yang saya ambil. Tapi pelatih ada masa up and down, dan kali ini saya betul-betul tidak bisa mengangkat performa tim.”

Buruknya performa Persib tidak lepas dari minimnya sumbangsih lini depan. Cole, sang marquee player malah lebih banyak menjadi penghangat bangku cadangan. Pembelian gagal ini diperparah dengan absennya Sergio van Dijk yang dibekap cedera. “Faktor yang mencolok kali ini yang saya adalah saya tidak bisa menghadirkan sosok striker yang dibutuhkan tim. Dua striker yang ada tidak bisa dimainkan. Yang satu (Sergio van Dijk) cedera, yang satu (Carlton Cole) masih diluar ekspetasi. Itu tanggung jawab saya semua rekrutmen adalah tanggung jawab saya. Padahal ini tim, kalau ada sosok striker semua persoalan selesai,” akunya.

 

 

You may also read!

Bakal Makin Tajam, Sutan Zico Akan “Disekolahkan” ke Brasil

Nama Sutan Zico sontak ramai diperbincangkan selama gelaran Kualifikasi Piala Asia U-16. Di tengah prestasi Garuda Asia yang sukses

Read More...

Timnas Indonesia Bekuk Inggris di Piala Dunia U-12, Klub Elit Inggris Beri Pujian

Performa tim nasional Indonesia U-12 yang berlaga di Danone Nations Cup (DNC) 2017 menuai apresiasi. Selama babak penyisihan Grup

Read More...

Cilegon United Berjuang di 16 Besar Liga 2, Sang Bos Malah Diciduk KPK

Cilegon United sedang mengalami tantangan serius. Saat tengah mengadu nasib di Liga 2 2017 klub ini harus menerima kenyataan

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu