web hit counter

Mundur dari Pencalonan Tuan Rumah Piala Asia 2023, Indonesia Fokus ke Piala Dunia 2034

In Berita

Indonesia tidak lagi masuk dalam bursa pencalonan tuan rumah Piala Asia 2023. Menurut informasi resmi dari Asosiasi Sepak Bola Asia (AFC) sebagaimana tertuang di laman resminya pada tengah pekan ini, Indonesia menyatakan mundur dari proses pencalonan turnamen utama tingkat Asia itu. “Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) telah menyatakan mundur dari proses pencalonan sebagai tuan rumah Piala Asia 2023.”

Mundurnya Idonesia menyisahkan tiga kandidat lainnya yang akan bersaing untuk menjadi tuan rumah. Ketiga negara itu adalah China, Korea Selatan dan Thailand. “China, Korea Selatan dan Thailand adalah tiga negara tersisa yang masih berada dalam proses pencalonan tuan rumah turnamen utama sepak bola Asia pada 2023.”

Selanjutnya AFC akan melakukan pertemuan lanjutan untuk membahas pencalonan tuan rumah Piala Asia 2023 yang dijadwalkan pada 12-13 Juli 2017 bertempat di Kuala Lumpur, Malaysia. Selanjutnya tuan rumah terpilih akan ditetapkan pada kongres AFC tahun depan.

Mundurnya Indonesia tidak lepas dari rencana lebih besar yang akan dikejar yakni bersiap mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034. Seperti disampaikan Joko Driyono saat masih menjabat sebagai pelaksana tugas Sekretaris Jenderal PSSI pada awal Juli lalu, Indonesia berencana mendorong ASEAN menjadi tuan rumah bersama event akbar tingkat dunia itu.

“Indonesia akan menjadi tuan rumah AFF Council Meeting sekaligus AFF Awarding Night pada 23 September 2017 di Nusa Dua Bali. Termasuk nanti membicarakan isu Piala Dunia 2034 di Indonesia,” tandas Jokdri, sapaan Joko Driyono.

Indonesia tampaknya tidak main-main dengan rencana ini. Pada pertemuan tingkat AFF nanti akan dibahas lebih lanjut terkait rencana tersebut. Di hadapan federasi-federasi tingkat Asia Tenggara itu akan diperoleh tanggapan terkait kesiapan menjadi tuan rumah perhelatan akbar tersebut.

Indonesia jelas tidak sanggup menjadi tuan rumah tunggal untuk hajatan sekelas Piala Dunia. Begitu juga negara-negara ASEAN lainnya. Pilihan terbaik adalah menjadi tuan rumah bersama agar sarana prasaran seperti stadion bisa disiapkan secara maksimal. Seandainya nanti mendapat lampu hijau dari negara-negara tetangga akan dibicarakan lebih jauh terkait negara-negara mana saja yang akan menjadi tuan rumah. Hal ini penting dibicarakan karena menyangkut keterwakilan keseblasan di putaran final nanti. Sebagaimana lazimnya tuan rumah selalu mendapat tiket lolos otomatis ke babak utama. Jelas tidak ada satu negarapun yang tidak ingin menolak kesempatan emas berlaga di event akbar terbesar sejagad itu. Menjadi tuan rumah bersama jelas butuh pertimbangan matang terkait keterwakilan karena untuk bersaing di level Piala Dunia kemampuan negara-negara Asia Tenggara masih jauh dari layak.

 

 

You may also read!

Rangking Terbaru FIFA, Jerman Masih Kokoh di Puncak dan Belanda Naik Signifikan

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) baru saja merilis peringkat terbaru per Oktober 2017. Tidak ada perubahan berarti di jajaran

Read More...

Tak Hanya Indonesia, Sandy Walsh Juga Berpeluang Bela 5 Negara Ini

Sandy Walsh menjadi salah satu pemain asing yang sedang diupayakan dinaturalisasi menjadi warga negara Indonesia. Pemain berusia 22 tahun

Read More...

Mengenal Sosok Choirul Huda, Kiper Legendaris dan Tulang Punggung Keluarga

Nama Choirul Huda kembali disebut. Sosok yang dikenal sebagai kiper legendaris Persela Lamongan ini baru saja menghembuskan nafas terakhir.

Read More...

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Mobile Sliding Menu